Uteun Wakaf, Lagu Isu Lingkungan Hasil Diskusi di RSJ

TAHUN LEWAT, sekira pekan akhir bulan Agustus, satu lagu Aceh yang mengangkat isu lingkungan dirilis dengan tingkat spontanitas paling dahsyat para musisi dalam menghasilkan lagu. Lagu itu di beri judul, Uteun Wakaf. Liriknya dicipta secara keroyokan, musiknya di aransemen oleh Fuady Keulayu, lalu Rial Amoeba turun suara sebagai vokalnya, dan anak-anak Aceh Documentary bertindak sebagai juru gambar sekaligus juru rekam. Hingga video lagu tersebut dapat dinikmati di laman youtube, seperti yang boleh kau lihat di bawah ini.

Adalah RSJ (Ruang Studi Jama’ah) yang digagas oleh Komunitas Kanot Bu yang menjadi ihwal mula lagu ini tercipta. RSJ adalah kelas bebas, yang diisi oleh ‘guru-guru’ jemputan, dengan murid sesiapa saja yang mau datang. Maka pada waktu yang aku lupa tanggalnya itu, Akmal Senja diundang untuk mengisi kelas lepas dhuhur, jelang ashar tersebut. Sesuai dengan bidang konsentrasinya yang selain sebagai seorang seniman rupa kawakan Aceh, tapi juga salah seorang inisiator Hutan Wakaf. Satu program yang bergerak di isu lingkungan.

Oleh sebabnya RSJ memberi tajuk pelajaran yang diisi Akmal Senja hari itu dengan, ‘Diaspora Hutan Wakaf’. Di mana semua peserta kelas pertama sekali diajak mendengar paparan Akmal Senja, tentang apa yang telah digagasnya bersama para aktivis yang konsen di isu lingkungan. Pelajaran dari Akmal Senja cukup bisa memantik beragam tanggapan dari para murid.

RSJ untuk edisi kesekian kali ini berlangsung alot. Banyak para peserta punya pandangannya tersendiri terhadap paparan yang diberikan sebelumnya. Sampai-sampai waktu berjalan dengan cepat, dan tepat pukul 18.00 petang kelas bubar, para peserta diskusi berhamburan keluar dari RSJ.

Ibarat kata para murid di sekolah formal. Waktu paling menyenangkan adalah ketika jam pelajaran usai, waktunya pulang, tapi mereka tak akan langsung menuju rumah. Begitulah keadaan seusai RSJ bertajuk Diaspora Hutan Wakaf pada petang itu, banyak peserta berkumpul di pelataran Bivak Emperom. Tempat di mana orang-orang di Komunitas Kanot Bu mengadakan berbagai acara tak formal di sana, mulai dari bakar sampah, ngelagu, baca buku dan lain sebagainya.

Di tempat itu, para peserta RSJ yang datang dari beragam latar belakang berkumpul kembali. Kali ini saling bercerita. Lalu entah siapa yang mencetuskan kali pertama semua sepakat, kenapa tidak yang didiskusikan beberapa saat sebelumnya dihimpun dalam satu lagu. Maka singkat kata, hemat cerita. Tak sampai satu jam lagu pun tercipta.

Itu lagu yang asyik betul saya kira. Cukup mengena di gendang telinga. Petikan gitar Fuady pada nada-nada yang diaransemenkan sendiri olehnya membuat lagu ini terdengar cukup elegan. Tapi artikulasi vokal Rial Amoeba dengan warna suara khasnya menjadi pelengkap bahwa inilah satu lagu Aceh terbaik yang pernah beredar di youtube dalam dua tahunan terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *