Petualangan ‘Taik Buah’ Joachim Loew Dalam Sebuah Meme

JOACHIM LOEW. Pelatih tim sepakbola Jerman. Adalah satu pelatih bola di antara segelintir pelatih nyeleneh di dunia. Kenyelenehan Joachim Loew cukup khas. Susah ditiru pelatih lain. Kalau pun ditiru mereka tak akan melakukannya di pinggir lapangan, sementara para pemainnya sedang bertungkus lumus memenangkan pertandingan.

Apa kenyelenehan seorang Joachim Loew? Ngupil dan ngulik isi selangkangan. Kemudian berlanjut dengan aksi membaui jari tangan yang dipakainya untuk melakukan dua hal tadi. Jika ditimbang-timbang ‘hobi’ Joachim Loew itu adalah salah satu aksi paling monumental dalam dunia sepakbola sejagad. Aksi yang mewarnai dan melengkapi sepakbola adalah satu peradaban olahraga paling meriah yang pernah dimiliki umat manusia.

Aksi itu, barangkali, sama monumentalnya dengan tanduk Zinedine Zidane ke dada Marco Metarazzi pada final Piala Dunia 2006. Tak kalah monumentalnya dengan cara penyelamatan bola oleh penjaga gawang Kolombia, Rene Higuita. Jika pun ada kejadian lain yang membuat aksi Joachim Loew tak ada apa-apanya adalah kejadian penembakan Andres Escobar. Pemain yang melakukan gol bunuh diri pada Piala Dunia 1994. Lalu sepulang ke negaranya ia ajal di ujung bedil pembunuh.

Namun yang paling banyak menuai komentar diantara kelakuan Joachim Loew di pinggir lapangan adalah ketika ia mengulik isi selangkangannya. Dengan santai ia memasukkan tangan kanannya dalam celana. Sementara Mehmet Ozil, dkk. tengah berjibaku di stadion Pierre Mauroy, Prancis melawan tim nasional Ukraina. Itu terjadi pada 13 Juni 2016 pada perhelatan Piala Eropa dua tahun lalu yang diselenggarakan di Prancis. Waktu itu Jerman menang 2 gol tanpa balas, masing-masing dicetak oleh Skhrodan Mustafi dan pemain gaek  Bastian Schweinsteiger. Sila cek video berikut ini.

Paska kejadian itu lini masa riuh. Ada yang mengapresiasi aksi Joachim Loew. Tapi banyak yang menilai kelakuannya sungguh memalukan dan berkomentar tidak beradab, kurang ajar, tak tahu malu, dan lain sebagainya. Hingga membuatnya kemudian buka suara dan mengatakan, itu bukanlah sebuah kesengajaan. Melainkan aksi spontanitas akibat ketegangan yang dialaminya saat mengamati jalannya pertandingan di lapangan.

Aku sepakat dengan kilah Joachim Loew. Ketegangan, atau ketika adrenalin terpacu hebat oleh sesuatu kejadian, seseorang akan melakukan hal-hal di luar kontrolnya sendiri. dan kupikir itulah yang dialami seorang Joachim Loew ketika itu. Menyimak pledoi atas kelakuannya dua tahun lalu. Aku curiga Joachim Loew punya kebiasaan lain di waktu senggang. Yaitu mencongkel tahi kuku jempol kakinya lalu dengan serta merta menciumnya baunya pula, yang dalam istilah Aceh disebut com ceumeukam.

SPONTANITAS Joachim Loew pada pertandingan fase grup Piala Eropa dua tahun lalu itu, benar-benar kutunggu di Piala Dunia kali ini. Masuk dalam grup F bersama tim nasional Korea Selatan, Mexico dan Swedia, tim asuhan Joachim Loew sudah mengawali dua laga yang menegangkan. Hasilnya kurang memuaskan untuk ukuran juara bertahan, sebab menderita kalah di laga pertama melawan Mexico. Dan hasil baik di laga kedua versus Swedia adalah kemenangan yang benar-benar menyayat hati. Sebab gol Toni Kroos di menit tambahan itulah yang membuka peluang Jerman melaju ke babak 16 besar sedikit lebih lempang.

Bagaimana dengan aksi Joachim Loew dalam dua laga itu? Sampai sejauh ini belum ada siaran berita video atawa foto yang menayangkan aksi-aksi khasnya. Kecewa juga mendapati kenyataan itu, tapi syukur, @marxause mengirimiku satu meme sekadar pelipur lara. Itu meme yang membuatku langsung ngakak ketika melihatnya.

Aksi kocaknya dua tahun lalu ternyata telah digubah oleh tim kreatif starecat.com dalam satu meme satir, politis, mengandung humor gelap sekaligus sarkas. Dalam meme itu, Joachim Loew berjabat tangan dengan kepala negara Kota Vatikan, Pope Fransiskus, Paus tertinggi ke-266 Gereja Katolik sedunia.

Itu tangan yang sama yang digunakannya ketika mengubek-ubek isi selangkangannya. Mungkin ada sisa ‘taik buahnya’ (biar lebih dapat maknanya: sila artikan frasa tadi dalam bahasa Aceh) di situ. Tapi dengan santai ia menjabat tangan orang suci katolik, dan bisa saja taik buahnya telah berganti tangan saat itu juga.

Lalu Sang Paus bertemu Recip Erdogan dan lumrahlah jika ada jabat tangan kenegaraan. Tapi apa? Jejak Joachim Loew berpindah tangan lagi. Kini sudah di genggaman orang besar Turki. Erdogan bertemu Donald Trump, dan lagi, jejak Joachim Loew melanjutkan petualangannya. Tentu saja ini petualangan paling politis, mendebarkan, setidaknya ketika Trump bertemu dan berjabat tangan dengan musuh bebuyutan negara yang dipimpinnya, Kim Jong Un, presiden Korea Utara.

Pertemuan Trump dengan Jong Un, mungkin tak seberapa penting bagi seorang Joachim Loew. Tapi bagi jejak selangkangan yang disampaikannya kepada Paus kali pertama, adalah suatu perkara paling monumental. Pengalaman bisa menyempil diantara telapak tangan dua pemimpin negara yang sama-sama punya potongan rambut paling absurd sedunia, sudah tentu tak pernah dialami oleh taik masing-masing mereka sekalipun.

Dalam meme itu, petualangan jejak selangkangan Joachim Loew berlanjut. Lepas dari cengkeraman Trump dan berpindah ke Kim Jong Un adalah hal yang hanya bisa digambarkan dengan ungkapan: Lheuh bak abah buya, meutajo lam abah rimueng. Lepas dari mulut buaya, kejebak dalam mulut harimau pula.

Tapi ia sudah bisa sedikit lega ketika Jong Un berjabat tangan dengan presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Lantas Moon Jae-in ketemu Barack Obama. Hingga, mantan anak Menteng yang juga mantan presiden Amerika itu mengakhiri petualangan buah spontanitas Joachim Loew di tangan Ratu Elizabeth, penguasa seantero Inggris Raya. Pada akhirnya, Sang Ratu dengan setengah terkesima menciumi tangannya. Menghidu pertinggal selangkangan Joachim Loew yang tak kasat mata.

Dan di panel terakhir meme itu, sembari masih membaui aroma rahasia Joachim Loew, tahulah Ratu Elizabeth, bahwa sepakbola bukan hanya bersoal permainan belaka. Tapi bersengkarut pula di dalamnya segala aspek hidup umat manusia. Apakah itu politik, taik, miskin, ras, perang, caci maki, kekuasaan, harapan, agama, intrik, skandal, nasib, kaya, pula permusuhan-permusuhan antar fans fanatik yang timbul karenanya.[]
Image source: starecat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *