Suatu Kali, Kampung Kami

PADA MASA ketika tentara masih tinggal, jaga dan tidur dan onani dan lain sebagainya di pos. Di mana setiap hari mereka keluyuran di kampung kami dan kampung sebelah, juga di kampung-kampung yang lain sambil memamerkan senjata. Orang-orang di kampung kami dibuat terbiasa menggotong tubuh-tubuh keluar dari parit dengan keberadaan mereka. Bukan dari parit saja. Kadang orang-orang kampung mengangkatnya setelah menemukannya mengapung di tambak ikan, di rawa-rawa, dekat kandang ayam milik warga, atau bahkan kerap pula di badan jalan yang ketika musim hujan penuh dengan kubangan lumpur.

Continue reading “Suatu Kali, Kampung Kami”

Dilema Ma Kurap

MA KURAP insomnia. Sudah sebulanan ini ia mengalaminya, dan ia hanya bisa menghabiskan malam-malam yang terasa begitu panjang dengan menatap loteng kamar dari pembaringannya. Sesekali ia menguap, mencoba memejamkan mata karenanya. Tapi itu sama sekali tak membuatnya lelap. Kecuali semakin matanya terpejam kian bebas pula khayalannya melayang kemana-mana. Saat khayalannya bergentayangan inilah Ma Kurap mendapati rasa kantuknya lenyap tak berjejak.

Continue reading “Dilema Ma Kurap”

Off Dari Steemit? Jangan Dulu

PADA BULAN penuh lesu begini. Dengan harga SBD dan Steem yang masih segitu-gitu saja, bertahan di platform steemit benar-benar membutuhkan banyak energi. Selain mesti punya energi cukup dalam penantian kapan harga dua mata uang kripto itu kembali melonjak seperti akhir tahun lalu. Kau juga mesti punya pasokan energi lebih untuk menjaga konsistensi sekaligus eksistensi aktivitasmu di platform ini.

Continue reading “Off Dari Steemit? Jangan Dulu”

Seterkutuknya Seorang Polisi yang Menggampar Perempuan dan Anak Kecil

PEKAN INI wajah kepolisian coreng oleh sebab ulah konyol penuh celaka AKBP M. Yusuf di Bangka Belitung. Sebagaimana video viral yang beredar di laman media sosial, tindakannya menendang seorang perempuan sekaligus menggampar seorang anak kecil, adalah satu tindakan yang hanya mungkin dilakukan oleh penjahat udik maha celaka.

Ketika tindakan seperti itu dilakukan oleh seseorang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi, konon lagi sasarannya perempuan dan anak kecil, sudah barang tentu harus direspon dengan seketerkutuknya kata terkutuk. Sudah semestinya Tito Karnavian bertindak lebih kalap lagi darinya, dan pemutasian jabatan terasa masih belum cukup. 

Continue reading “Seterkutuknya Seorang Polisi yang Menggampar Perempuan dan Anak Kecil”

Atas Nama Free Wi-fi

SELEPAS SMONG, Banda Aceh dibanjiri kedai kopi dengan layanan jaringan internet gratis. Boleh dikata, di luar dari perkara-perkara pilu disebabkan bencana maha dahsyat itu, smong meninggalkan jejaknya akan kesadaran orang-orang (terutama para pekerja NGO) akan pentingnya jaringan internet. Yang oleh para pemilik kedai kopi menjadikannya sebagai satu cara memikat pelanggan, hingga sejak saat itu jaringan internet tidak lagi dimonopoli warung internet.

Hingga kini layanan free wi-fi telah menjadi andalan bagi setiap pemilik kedai kopi. Jika mau disurvey acak, kalau ada 11 kedai kopi yang ada di Banda Aceh, cuma dua yang tidak memakai jaringan internet gratis. Sisanya sudah barang tentu menjanjikan free wi-fi, terserah jenis kedai kopi itu mengusung gaya cafe-cafe kekinian. Atau masih bergaya ala lama yang isi kedainya cuma berisi meja dan kursi dan dapur meracik kopi dan meja kasir, tanpa tetek bengek artistik lainnya.

Continue reading “Atas Nama Free Wi-fi

Betapa Celakanya Game PUBG

Dalam dua mingguan ini game Player Unkown’s Battle Ground atau disingkat PUBG telah menggerogoti sisi-sisi kebersamaan seorang teman. Rasa sosialnya terhadap orang sekitar lenyap dihisap permainan itu, dan inilah aku, menulis laporan ini tepat ketika si teman tengah hanyut dalam pertualangan perang semu di layar gawainya. Laporan ini kubuat berdasarkan rasa sentimentil yang amat sangat. Bisa kau bayangkan sendiri musababnya kenapa. Apalagi kalau kau pernah dicueki oleh teman, satu-satunya orang yang sedang bersamamu, tanpa bicara sepatah kata pun oleh sebab kesibukannya dengan game itu.

Continue reading “Betapa Celakanya Game PUBG”

Tengah Malam: Sketsa Tiga Kepala

MALAM MERAMBAT. Pelan, penuh khidmat. Buso Dhoe duduk di teras belakang rumah. Di temani secangkir kopi, nyamuk, obat nyamuk, rokok, dan roti Khong Guan. Bohlam lima watt menampilkan cahayanya yang temaram. Tapi cukup mengalahkan cahaya bintang nun jauh di langit. Udara gerah. Angin bulan Juli berhembus seenak udelnya, kadang berhembus keras hingga menyerupai badai, kadang tidak sama sekali. Dan malam ini tak ada angin, kecuali yang keluar dari pantat Buso Dhoe sedari tadi.

Continue reading “Tengah Malam: Sketsa Tiga Kepala”

Bersoal Suporter Bola

TAK BISA dipungkiri, sepakbola adalah satu olahraga paling menyedot perhatian umat manusia sejagad. Meski masih simpang siur dari mana jenis permainan ini punya asal, dunia sepakat bahwa sepakbola modern dikembangkan oleh orang-orang Inggris. Dan menjadi satu alat kolonialisme paling diterima oleh pribumi-pribumi di negeri-negeri jajahan di antara pelbagai bentuk kebrutalannya. Ihwal bagaimana sepakbola kemudian menyebar dan berkembang dari Eropa ke tanah-tanah jajahan. Ke Amerika Latin, Afrika dan juga Asia.

Continue reading “Bersoal Suporter Bola”