Nonton Bola Bareng Anak-anak Milineal

MEREKA ADALAH generasi yang dibesarkan oleh tiga game; Point Blank, Mobile Legend, dan sekarang PUBG. Generasi ini punya meja tetap di kedai kopi yang kekencangan jaringan wi-fi gratisnya sekencang angen boh asee. Nongkrong bergerombol, dengan jadwal kumpul sebelum ashar hingga tengah malam bersamaan dengan ditutupnya kedai kopi.

Ketika berkumpul di kedai kopi langganannya, meja tetap mereka akan penuh dengan gelas minuman pesanan. Tapi yang membuat meja itu tampak sesemrawut meja tukang perbaiki barang elektronik adalah kelit kelindan kabel charger gawai masing-masing, headset, dan dua atau tiga unit laptop.

Kepada alat-alat canggih itulah leher semua mereka melengkung.  Kalau dilihat sekilas, kerumunan ini akan tampak seperti jama’ah sufi yang tengah menekuri nasib dalam sebuah ritual pertobatan. Pertobatan yang dituntun oleh figur-figur hidup di layar gawai atau laptop masing-masing, dengan aturan permainan yang sengaja di set serupa hukum rimba. Maka ketika figur yang ditekuni di layar gawai itu lebih duluan mati, berteriaklah di antara gerombolan itu rupa-rupa sumpah serapah yang logatnya sesuai dengan kampung lahir masing-masing.

Ketika Piala Dunia 2018 Rusia mulai dan semua pertandingannya disiar langsung di beberapa stasiun televisi, dan pemilik kedai kopi memasang layar lebar agar para pelanggannya tak ketinggalan membelalakkan mata pada perhelatan akbar empat tahun sekali ini. Anak-anak muda yang bergerombol itu masih di meja semula. Main game sambilan menonton bola.

Tentu, anak-anak muda ini juga penggila bola. Terutama sejak pelbagai media massa mengeruk keuntungan dari pemberitaan laga el classico Liga Spanyol secara besar-besaran. Yang melibatkan seteru dua ikon sepakbola milineal Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi tampak seperti seteru Zionis Israel dan Palestina, yang membuat anak-anak ini lebih banyak mengenal sepakbola cuma dari kaki dua pesohor itu belaka.

Khusus untuk Ronaldo dan Messi mereka terbelah dalam seteru saling mengolok-olok, siapa membela siapa. Mengenali figur-figur yang dibela secara luar dalam adalah mutlak. Menghafal jam tidur Messi. Sementara dipihak yang lain dengan rela merogoh kocek kiriman orang tua untuk sekadar belanja celana dalam secara online. Celana dalam yang baru dipakai Ronaldo dalam sebuah iklan, yang sudah tentu belum dijual di Suzuya Mall, apalagi di Peunayong atau Pasar Aceh.

Sepakbola yang mereka tahu adalah apa jersey terbaru klub Real Madrid, tipe sepatu Neymar, model sekaligus minyak rambut Ronaldo. Tapi yang paling banyak mereka perbincangkan dari itu semua adalah berapa poin taruhan yang diberikan bandar untuk pertandingan ini, itu. Maka ketika Neymar bikin gol ke gawang Mexico pada menit 51 pada pertandingan tadi, sorakan mereka telat beberapa detik, begitu pun ketika gol kedua Firmino. Apa pasal? Mereka masih sibuk dengan game PUBG sedari peluit kick off babak pertama tadi.

Untuk beberapa menit gerombolan di meja itu bersorak. Menatap tayangan ulang gol tanpa mau tahu prosesnya bagaimana. “Menang berapa ko?” tanya seseorang di antaranya. Sementara yang satu lagi berteriak, “Kimbeknya mati aku. Anjing liii… Ada sniper di atas sana. Pantes wak aku ga lihat.” Itu teriak pemain PUBG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *