Hallo Kembali

SEPEKAN LEWAT ALPA. Aku ada lagi. Di steemit. Di blog pribadi. Setelah berhari-hari membiarkannya tak terisi oleh sebab beberapa urusan yang membuatku jadi paham mengartikan frasa ‘sok sibuk’ sebagaimana yang sering dikata orang-orang. Aku akan mengudara lagi. Membiarkan pikiranku melayang-layang lagi kemana ia suka seperti yang sudah-sudah. Mengudara sambil belajar berhitung. Belajar menghitung jumlah kata, sekaligus belajar memadu-padankan kata hingga jadi kalimat, jadi paragraf, jadi tulisan. Meski ujung-ujungnya tak ada yang membaca.

Tapi biarlah. Urusan orang yang sudah kadung candu menulis akan selesai tepat ketika ia menayangkannya ke publik. Lepas dari itu, biarkan tulisan itu mampus sendiri. Mampus oleh sebab dibaca atau malah sebaliknya. Yang penting menulis dulu. Soalan isinya bagus atau tidak, anggap saja itu soalan belakangan. Maka yang belakangan lebih baik tak usah terlalu dipikirkan. Sebab kalau terlalu banyak memikirkan soalan-soalan yang letaknya di belakang hanya akan menempatkanmu pada deretan orang-orang terbelakang.

Omong punya omong. Tulisan ini kuketik ketika aku sedang semeja dengan teman-teman di kampung. Kami duduk minum kopi. Tak semuanya minum kopi. Tapi semuanya terlibat dalam pembicaraan yang hangat. Penuh canda. Banyak tawa. Tak jarang ada yang terpingkal-pingkal ketika salah satu di antara kami yang melucu. Sebelum terlibat dengan ketikan ini, aku terlebih dahulu minta izin sama teman-teman di sini. Aku minta izin untuk fokus ke muka gawai barang setengah jam. Kubilang pada mereka aku harus kejar deadline. Syukur mereka maklum. Dan membiarkanku terlibat dalam, lagi-lagi, perasaan sok sibuk sendiri. Sementara mereka melanjutkan obrolan sambil terterus bergelak tawa.

Sungguh. Menulis dalam keriuhan gelak tawa begini punya tantangannya tersendiri. Terutama pada urusan fokus. Topik dalam obrolan mereka akan mempengaruhi pikiranmu. Tema yang hendak kau tulis jadi buyar. Kau akan angkat tangan menyerah sekira tak mampu mendamaikan obrolan yang kadung merasuk di pikiran dengan tema yang tengah kau garap itu. Mendamaikan di sini dalam artian menyelaraskan keduanya hingga menjadi satu cerita utuh.

Omong-omong lagi. Oleh sebab ini tulisan pertama setelah jeda menulis selama sepekanan lebih. Biarlah tulisan ini tayang apa adanya. Tanpa harus fokus membicarakan sesuatu topik tertentu. Biarlah ia mengambang begitu saja. Biarlah tulisan ini terputus dengan jumlah kata seadanya. Setelah ini kulanjut tulis lagi, meski belum kutahu akan kutulis apa untuk edisi esok hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *