Trik Picik Menulis Panjang

DALAM PERKARA menulis bebas ada trik yang jika kau terapkan dengan benar akan menghasilkan tulisan panjang. Jumlah katanya dijamin akan berkutat di atas lima ratusan. Trik ini, meski agak sedikit picik, sederhana saja. Tanpa harus pusing-pusing memikirkan ide ini itu. Tanpa menuntut pengadaan modal data anu ini, dan lain sebagainya.

Bagaimana trik yang kumaksud itu? Karena triknya cukup sederhana, baiknya tak kukata secara gamblang begitu saja. Melainkan boleh kau dapat, sekiranya kau jeli, dengan membaca beberapa cerita kecil di bawah ini. Mari. Sila nikmati.

Continue reading “Trik Picik Menulis Panjang”

Pentingnya Monumentasi Istilah Jenderal Kardus dan Jenderal Baper

SETELAH BANYAK orang–mulai dari pakar hingga para awam berspekulasi. Jelas sudah calon wakil presiden yang digandeng Jokowi sebagai tandemnya untuk pemilihan umum 2019 nanti adalah Kyai Ma’ruf Amin. Lawan tandem Jokowi – Ma’ruf Amin, sudah jelas juga siapa. Tak lain dan tidak bukan, Prabowo Subianto. Calon presiden gagal pada pemilu 2014 lalu. Kali ini akan naik lagi. Hanya saja tandem yang dipilihnya belum pasti siapa. Kecuali sinyalemen kabar yang beredar di pelbagai laman berita nasional, terdapat beberapa nama yang akan menjadi pasangannya. Sandiaga Uno. Agus Harimurti Yudhoyono–AHY.

Continue reading “Pentingnya Monumentasi Istilah Jenderal Kardus dan Jenderal Baper”

Blog Rekomendid Untuk Di Baca-baca

Membaca-baca blog pribadi orang lain adalah satu cara belajar menulisku yang sudah kulakukan sedari dulu. Ada banyak alamat blog yang sengaja aku bookmark di perangkat lunak selancaran dunia maya seperti google chrome dan mozilla fire fox. Belajar dari blog pribadi seseorang, terlebih pemilik blog tersebut adalah orang-orang yang telah khatam dengan urusan dasar dunia kepenulisan, terasa lebih mudah kupahami. Itu tak lain karena biasanya, di blog pribadi itulah mereka menulis secara lebih lepas, menulis dengan segenap unsur subjektivitas yang dipunyainya. Di blog pribadi pula tulisan-tulisan milik seorang penulis tampak lebih orisinil sejak keluar dari pikirannya, tidak mendapat tambalan penyuntingan oleh editor atau pihak kedua. Dari sanalah cara-cara mereka merangkai kalimat lebih enak dicerna. Termasuk pula penggunaan kosa kata tertentu di dalamnya.

Continue reading “Blog Rekomendid Untuk Di Baca-baca”

Tata Cara Memendam Kentut Dalam FGD

FGD. Forum discussion group. Itulah acara yang akhir-akhir ini, dalam semesteran ini, sering aku hadiri. Ada saja undangan datang agar orang-orang di komunitas tempat aku beraktivitas selama ini, hadir di acara-acara tertentu. Baik sebagai pembicara, tapi lebih seringnya sebagai peserta. Undangan itu pun datang dari pihak yang cukup beragam, mulai dari LSM atau pemerintah.

Continue reading “Tata Cara Memendam Kentut Dalam FGD”

Off Dari Steemit? Jangan Dulu

PADA BULAN penuh lesu begini. Dengan harga SBD dan Steem yang masih segitu-gitu saja, bertahan di platform steemit benar-benar membutuhkan banyak energi. Selain mesti punya energi cukup dalam penantian kapan harga dua mata uang kripto itu kembali melonjak seperti akhir tahun lalu. Kau juga mesti punya pasokan energi lebih untuk menjaga konsistensi sekaligus eksistensi aktivitasmu di platform ini.

Continue reading “Off Dari Steemit? Jangan Dulu”

Seterkutuknya Seorang Polisi yang Menggampar Perempuan dan Anak Kecil

PEKAN INI wajah kepolisian coreng oleh sebab ulah konyol penuh celaka AKBP M. Yusuf di Bangka Belitung. Sebagaimana video viral yang beredar di laman media sosial, tindakannya menendang seorang perempuan sekaligus menggampar seorang anak kecil, adalah satu tindakan yang hanya mungkin dilakukan oleh penjahat udik maha celaka.

Ketika tindakan seperti itu dilakukan oleh seseorang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi, konon lagi sasarannya perempuan dan anak kecil, sudah barang tentu harus direspon dengan seketerkutuknya kata terkutuk. Sudah semestinya Tito Karnavian bertindak lebih kalap lagi darinya, dan pemutasian jabatan terasa masih belum cukup. 

Continue reading “Seterkutuknya Seorang Polisi yang Menggampar Perempuan dan Anak Kecil”

Atas Nama Free Wi-fi

SELEPAS SMONG, Banda Aceh dibanjiri kedai kopi dengan layanan jaringan internet gratis. Boleh dikata, di luar dari perkara-perkara pilu disebabkan bencana maha dahsyat itu, smong meninggalkan jejaknya akan kesadaran orang-orang (terutama para pekerja NGO) akan pentingnya jaringan internet. Yang oleh para pemilik kedai kopi menjadikannya sebagai satu cara memikat pelanggan, hingga sejak saat itu jaringan internet tidak lagi dimonopoli warung internet.

Hingga kini layanan free wi-fi telah menjadi andalan bagi setiap pemilik kedai kopi. Jika mau disurvey acak, kalau ada 11 kedai kopi yang ada di Banda Aceh, cuma dua yang tidak memakai jaringan internet gratis. Sisanya sudah barang tentu menjanjikan free wi-fi, terserah jenis kedai kopi itu mengusung gaya cafe-cafe kekinian. Atau masih bergaya ala lama yang isi kedainya cuma berisi meja dan kursi dan dapur meracik kopi dan meja kasir, tanpa tetek bengek artistik lainnya.

Continue reading “Atas Nama Free Wi-fi

Betapa Celakanya Game PUBG

Dalam dua mingguan ini game Player Unkown’s Battle Ground atau disingkat PUBG telah menggerogoti sisi-sisi kebersamaan seorang teman. Rasa sosialnya terhadap orang sekitar lenyap dihisap permainan itu, dan inilah aku, menulis laporan ini tepat ketika si teman tengah hanyut dalam pertualangan perang semu di layar gawainya. Laporan ini kubuat berdasarkan rasa sentimentil yang amat sangat. Bisa kau bayangkan sendiri musababnya kenapa. Apalagi kalau kau pernah dicueki oleh teman, satu-satunya orang yang sedang bersamamu, tanpa bicara sepatah kata pun oleh sebab kesibukannya dengan game itu.

Continue reading “Betapa Celakanya Game PUBG”

Nonton Bola Bareng Anak-anak Milineal

MEREKA ADALAH generasi yang dibesarkan oleh tiga game; Point Blank, Mobile Legend, dan sekarang PUBG. Generasi ini punya meja tetap di kedai kopi yang kekencangan jaringan wi-fi gratisnya sekencang angen boh asee. Nongkrong bergerombol, dengan jadwal kumpul sebelum ashar hingga tengah malam bersamaan dengan ditutupnya kedai kopi.

Ketika berkumpul di kedai kopi langganannya, meja tetap mereka akan penuh dengan gelas minuman pesanan. Tapi yang membuat meja itu tampak sesemrawut meja tukang perbaiki barang elektronik adalah kelit kelindan kabel charger gawai masing-masing, headset, dan dua atau tiga unit laptop.

Continue reading “Nonton Bola Bareng Anak-anak Milineal”

Paska Hibernasi, Memulai Belajar dan Latihan Menulis Lagi

SEPEKAN LAMANYA aku mengalpakan diri belajar sekaligus latihan menulis di platform berbasis blockchain, Steemit. Itu alpa yang sengaja kulakukan bersamaan dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Layaknya muslim yang lain, aku pulang kampung untuk berlebaran bersama keluarga besar. Selama di sana, aku sama sekali meninggalkan aktifitas belajar dan latihan menulisku, hibernasi sejenak dari dunia literasi.

Paska hibernasi, aku merasa beruntung sebab telah dibuatkan satu blog baru oleh @zeds. Blog ini. Tempat di mana aku serasa masuk kelas baru. Naik kelas setelah hampir setahun berkutat di akun pribadi steemit. Berkat arahan @acehpungo, blog ini tetap bisa terkoneksi dengan akun steemitku, yaitu dengan menggunakan jasa @steempress-io yang dikembangkan oleh Martin Lees alias @Howo.

Blog baru. Itu artinya mengemban semangat baru. Energi baru. Yang baru-baru itu sudah terasa benar sejak beberapa berada di kampung. Selama hibernasi, aku berbaur dengan siapa saja, tapi yang paling menyenangkan dari semuanya adalah ketika punya kesempatan minum kopi bersama para orang tua di kedai kopi. Ada banyak cerita yang kudengar dari mereka. Pula banyak pelajaran yang bisa kupetik dari pelbagai kisah.

Continue reading “Paska Hibernasi, Memulai Belajar dan Latihan Menulis Lagi”