Kiat-kiat Membebaskan Diri Dari Jerat Calo Beasiswa

AKU PERNAH bermimpi bisa melanjutkan studi lagi. Aku pernah terdaftar sebagai mahasiswa tingkat lanjut program paska sarjana sebuah kampus negeri di Banda Aceh. Jalan tahun ketiga kuliah di situ, telah habis semua mata kuliah. Tinggal bikin penelitian, menulis tulisan akhir, lalu sudah. Tapi di tahun ketiga itulah, kata sudah yang kumaksud tadi malah berujung pada kata tak berkesudahan. Setidaknya hingga sekarang ini.

Mimpiku sederhana. Apa lacur, mimpi itu harus kupendam dalam hati oleh sebab soalan klise: faktor ek[onomi]! Faktor itu pula yang membuatku didatangi oleh seorang teman (tak seberapa dekat) dan menawarkan solusi agar bisa melanjutkan kuliah lagi. Itu terjadi pada tahun keempat. Ketika aku sudah memutuskan jadi juru tulis berita di sebuah portal berita lokal, yang sejak beberapa tahun lewat telah tutup usia gara-gara pelbagai skandal. Tentu saja keputusan itu kuambil demi satu tekad: bisa mengumpulkan jerih yang ada untuk membunuh ketidakmampuanku akan biaya.

Continue reading “Kiat-kiat Membebaskan Diri Dari Jerat Calo Beasiswa”