Menjadi Ayah Sebaik Pak Beye

“JIKA INGIN jadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Contohlah perilaku Pak Beye. Mantan presiden kita itu. Jangankan masih kanak-kanak, sudah dewasa pun AHY ditimang-timang dengan penuh kasih sayang.”

Itulah ungkapan yang kudengar dari seorang bapak-bapak ketika ngopi di kedai langganan petang tadi. Penampilannya parlente. Dia bicara dengan seorang temannya yang tak kalah parlente, dan dari apa yang dibicarakan, bisa kutaksir keduanya tak pernah ketinggalan berita dalam dan luar negeri, dalam dan luar provinsi, terutama berita-berita politik.

Continue reading “Menjadi Ayah Sebaik Pak Beye”

Apakah Outline Tulisan Penting?

BIASANYA AKU akan menulis apa pun yang terlintas di pikiran ketika sadar tak tahu harus fokus menulis apa. Ada banyak tema berseliweran di kepala, ada banyak ide muncul tenggelam dalam benak, tapi itu tak langsung membuatku bisa menulis detik itu juga. Fokus terhadap sesuatu ide, istiqamah pada tema yang dipilih, jadilah semacam penentu akhir mengada tidaknya tulisan. Tapi inilah yang kerap kualami hingga ujung-ujungnya keinginan menulisku urung hingga waktu tak menentu.

Continue reading “Apakah Outline Tulisan Penting?”

Semangkuk Sup Panas Grong-grong dan Bualan Diyus Tentang Tiga Belahan Jeruk Nipis

SEMANGKUK SUP panas di Grong-grong telah menjadikan polemik sepanjang perjalanan kami. Itu bermula ketika kami berangkat pada malam buta yang hendak gerhana dari Banda Aceh menuju Cunda, Lhokseumawe. Kami, empat belas orang dalam rombongan ini, terbagi dalam dua mobil, hendak berkunjung ke rumah @pieasant, di mana ibunya meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.

Aku semobil dengan Diyus Hanafi, Muhajir Abdul Aziz, Opong, Fauzan, dan Andre Zahrul Fuadi. Adalah @sangdiyus yang memulai polemik itu. Ketika mobil yang kami tumpangi melesat dengan laju yang begitu menenangkan di jalan lurus Peurade, Trienggadeng, ia berkata keisi mobil. Bahwa di Grong-grong ada dijual sup terenak yang pernah disantapnya selama hidupnya. Sup yang keenakannya begitu menghanyutkan, sampai-sampai ia lupa Grong-grong itu berada di kabupaten mana.

Continue reading “Semangkuk Sup Panas Grong-grong dan Bualan Diyus Tentang Tiga Belahan Jeruk Nipis”

Tata Cara Memendam Kentut Dalam FGD

FGD. Forum discussion group. Itulah acara yang akhir-akhir ini, dalam semesteran ini, sering aku hadiri. Ada saja undangan datang agar orang-orang di komunitas tempat aku beraktivitas selama ini, hadir di acara-acara tertentu. Baik sebagai pembicara, tapi lebih seringnya sebagai peserta. Undangan itu pun datang dari pihak yang cukup beragam, mulai dari LSM atau pemerintah.

Continue reading “Tata Cara Memendam Kentut Dalam FGD”

Semua Orang Bisa Menulis

ADA BANYAK hal yang ingin kuceritakan. Tapi hampir semuanya sukar kutulis oleh sebab keahlian menulisku yang masih cetek belaka. Kerap aku dikepung oleh perasaan iri ketika membaca tulisan orang lain. Khususnya tulisan-tulisan sebentuk esai dan prosa, yang dengan mudah menyampaikan sesuatu gagasan dalam kalimat-kalimat yang gampang dicerna. Ingin sekali aku bisa menulis seperti itu, tapi keinginan kerap berujung pada keinginan saja dan aku masih belum bisa menulis apa-apa.

Continue reading “Semua Orang Bisa Menulis”

Suatu Kali, Kampung Kami

PADA MASA ketika tentara masih tinggal, jaga dan tidur dan onani dan lain sebagainya di pos. Di mana setiap hari mereka keluyuran di kampung kami dan kampung sebelah, juga di kampung-kampung yang lain sambil memamerkan senjata. Orang-orang di kampung kami dibuat terbiasa menggotong tubuh-tubuh keluar dari parit dengan keberadaan mereka. Bukan dari parit saja. Kadang orang-orang kampung mengangkatnya setelah menemukannya mengapung di tambak ikan, di rawa-rawa, dekat kandang ayam milik warga, atau bahkan kerap pula di badan jalan yang ketika musim hujan penuh dengan kubangan lumpur.

Continue reading “Suatu Kali, Kampung Kami”

Dilema Ma Kurap

MA KURAP insomnia. Sudah sebulanan ini ia mengalaminya, dan ia hanya bisa menghabiskan malam-malam yang terasa begitu panjang dengan menatap loteng kamar dari pembaringannya. Sesekali ia menguap, mencoba memejamkan mata karenanya. Tapi itu sama sekali tak membuatnya lelap. Kecuali semakin matanya terpejam kian bebas pula khayalannya melayang kemana-mana. Saat khayalannya bergentayangan inilah Ma Kurap mendapati rasa kantuknya lenyap tak berjejak.

Continue reading “Dilema Ma Kurap”

Seterkutuknya Seorang Polisi yang Menggampar Perempuan dan Anak Kecil

PEKAN INI wajah kepolisian coreng oleh sebab ulah konyol penuh celaka AKBP M. Yusuf di Bangka Belitung. Sebagaimana video viral yang beredar di laman media sosial, tindakannya menendang seorang perempuan sekaligus menggampar seorang anak kecil, adalah satu tindakan yang hanya mungkin dilakukan oleh penjahat udik maha celaka.

Ketika tindakan seperti itu dilakukan oleh seseorang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi, konon lagi sasarannya perempuan dan anak kecil, sudah barang tentu harus direspon dengan seketerkutuknya kata terkutuk. Sudah semestinya Tito Karnavian bertindak lebih kalap lagi darinya, dan pemutasian jabatan terasa masih belum cukup. 

Continue reading “Seterkutuknya Seorang Polisi yang Menggampar Perempuan dan Anak Kecil”

Betapa Celakanya Game PUBG

Dalam dua mingguan ini game Player Unkown’s Battle Ground atau disingkat PUBG telah menggerogoti sisi-sisi kebersamaan seorang teman. Rasa sosialnya terhadap orang sekitar lenyap dihisap permainan itu, dan inilah aku, menulis laporan ini tepat ketika si teman tengah hanyut dalam pertualangan perang semu di layar gawainya. Laporan ini kubuat berdasarkan rasa sentimentil yang amat sangat. Bisa kau bayangkan sendiri musababnya kenapa. Apalagi kalau kau pernah dicueki oleh teman, satu-satunya orang yang sedang bersamamu, tanpa bicara sepatah kata pun oleh sebab kesibukannya dengan game itu.

Continue reading “Betapa Celakanya Game PUBG”