Blog Rekomendid Untuk Di Baca-baca

Membaca-baca blog pribadi orang lain adalah satu cara belajar menulisku yang sudah kulakukan sedari dulu. Ada banyak alamat blog yang sengaja aku bookmark di perangkat lunak selancaran dunia maya seperti google chrome dan mozilla fire fox. Belajar dari blog pribadi seseorang, terlebih pemilik blog tersebut adalah orang-orang yang telah khatam dengan urusan dasar dunia kepenulisan, terasa lebih mudah kupahami. Itu tak lain karena biasanya, di blog pribadi itulah mereka menulis secara lebih lepas, menulis dengan segenap unsur subjektivitas yang dipunyainya. Di blog pribadi pula tulisan-tulisan milik seorang penulis tampak lebih orisinil sejak keluar dari pikirannya, tidak mendapat tambalan penyuntingan oleh editor atau pihak kedua. Dari sanalah cara-cara mereka merangkai kalimat lebih enak dicerna. Termasuk pula penggunaan kosa kata tertentu di dalamnya.

Blog-blog yang pernah aku tandai di aplikasi browser akan terus berganti-ganti setiap tahunnya. Katakanlah, tahun ini aku menandai barang lima blog pilihan, tahun depan akan kuganti dengan lima blog yang lainnya lagi. Begitu seterusnya, yang jika kusebutkan satu-satu, akan banyak juga. Tapi untuk menyebutkan beberapa di antaranya, sebagaimana link-link yang kusisipkan di sini: belakanggawang, sastraalibi, fiksilotus, acehpungo, rusdigoblogadiwarsidi, ekakurniawan, dan seterusnya, dan sebagainya.

Dari semua contoh-contoh link itu, tentu terdapat kekhasannya tersendiri. Ada kelebihan dan kekurangannya tersendiri, tapi perihal keberadaan baik dan tak baik itulah yang membuat blog-blog tersebut tampak lebih manusiawi. Kadang dikerjakan secara telaten, tapi kadang pula digarap secara serampangan saja, sesuai keadaan angin yang berhembus dalam kepala pemiliknya. Tahun ini, ada satu blog yang hampir seminggu sekali kubuka dan selalu kulahap habis setiap ada tulisan terbaru di dalamnya. Itu adalah blog milik Dahlan Iskan. Alamatnya ini: disway.id

Dahlan Iskan, sepak terjangnya dibanyak bidang bisa dicari tahu sendiri di kotak pencarian, dan di dunia penulisan boleh disebut salah satu jurnalis senior yang dimiliki dunia jurnalistik Indonesia. Perihal kesukaanku menyukai blog milik Dahlan Iskan, akan kau ketahui karena apanya dengan membaca satu kutipan berikut.

Ini soal babi. Tapi saya akan menjaga agar tulisan ini tidak haram. Saya harus jamin agar tetap halal dibaca. Tanpa sertifikat dari majelis ulama sekali pun. ~ Dahlan Iskan

Itu adalah paragraf pembuka tulisan Dahlan Iskan dalam blog pribadinya, berjudul, Babi pun Harus Move On. Dari segi teknik kepenulisan, salah satu kekhasan tulisan-tulisan Dahlan Iskan adalah pemakaian kalimatnya yang minimalis. Ibarat kata bawang prei dalam mie aceh, kalimat-kalimat yang dipakainya dipotong pendek-pendek. Bikin pembaca tak pernah kehabisan nafas apa lagu bercapek-capek.

Intinya, hampir semua tulisan Dahlan Iskan di blog itu adalah tulisan-tulisan yang mengulas tentang segala hal. Mulai dari perkara kecil hingga urusan-urusan perekonomian dunia. Ancam mengancam kebijakan ekonomi Trump dan Tiongkok salah satunya. Tapi dengan pengetahuan dan pengalamannya, dengan gaya menulisnya yang selalu mengandalkan kalimat-kalimat singkat itu. Membuat ulasannya bisa dipahami oleh siapa pun. Tak rumit. Apa lagi sengaja merumit-rumitkan dengan pemakaian kata-kata istilah.  

Dari hampir semua tulisan Dahlan Iskan di blog itu, terasa betul usaha dia memudahkan pembaca memahami apa yang dibicarakannya. Ia tak bertele-tele. Tangkas saja. Pendek kata. Tapi hebatnya, apa pun yang diulasnya di sana terasa pas, runtut, lengkap sebab musababnya. Tak percaya? Sila kunjungi saja blognya itu. Baca beberapa tulisannya. Rasakan kenikmatan berceritanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *