Apakah Outline Tulisan Penting?

BIASANYA AKU akan menulis apa pun yang terlintas di pikiran ketika sadar tak tahu harus fokus menulis apa. Ada banyak tema berseliweran di kepala, ada banyak ide muncul tenggelam dalam benak, tapi itu tak langsung membuatku bisa menulis detik itu juga. Fokus terhadap sesuatu ide, istiqamah pada tema yang dipilih, jadilah semacam penentu akhir mengada tidaknya tulisan. Tapi inilah yang kerap kualami hingga ujung-ujungnya keinginan menulisku urung hingga waktu tak menentu.

Perihal fokus ini, kupikir, tak ada urusan dengan soalan tak ada ide atau tak tahu mau menulis apa. Tak bisa fokus ketika hendak menulis sesuatu biasanya lahir karena kebanyakan ide, tapi yang lebih sering terjadi adalah disebabkan kekalutan pikiran. Ada semacam beban yang menggelayut di langit-langit tengkorak, hingga saraf-saraf yang biasa kugunakan sebagai mesin pencipta kalimat-kalimat jadi tak berjalan sebagaimana fungsinya. Oleh sebab beban pikiran, saraf-saraf di otak mandeg, dan ketika hendak melawan kemandegan itu, aku malah jadi pusing sendiri.

Agar tidak hilang fokus ketika hendak menulis sesuatu topik yang telah ditentukan sebelumnya. Banyak para pendakwah literasi menganjurkan si calon penulis membuat dulu kerangka tulisannya. Ini memanglah perihal krusial. Sebab dengan kerangka tulisan, si calon penulis bisa memfokuskan diri pada apa saja yang hendak disampaikan dalam tulisannya. Juga bisa berguna sebagai pagar hingga tulisannya tak melebar kemana-mana.

Tapi yakinlah. Membuat kerangka tulisan pun selagi kepala masih terbebani sesuatu masalah tidaklah segampang mengorek kuping. 

Setidaknya itulah yang kualami malam ini. Sampai-sampai kehendak menulis tema fenomena airdrop berbagai token baru dalam jagad cryptocurrency tak selesai juga. Padahal itu telah kumulai dari siang tadi. Padahal untuk memenuhi kesesuaian tema, telah kubaca beberapa artikel yang berhubungan dengannya. Namun apa boleh buat, hingga detik ini tulisan itu kubiarkan saja terbengkalai dalam draft, sambil berharap kalimat-kalimat pendek yang kujadikan kerangka tulisan bisa beranak pinak membentuk paragraf-paragraf tersendiri.

Ketika mengalami kemandegan pada tulisan bertema fenomena airdrop coin yang masih sebatas kerangka itu. Aku jadi bertanya dalam hati, benarkah outline tulisan penting? Mengingat pada fungsi pemberi fokus sekaligus penjaga agar tulisan yang hendak kita tulis tidak keluar jalur, maka sudah barang tentu ianya jadi sepenting marka di sepanjang jalan Banda Aceh – Meulaboh.

Namun di lain pihak. Kerangka tulisan ternyata sama sekali tak penting bagi orang yang suka terbebas dari aturan-aturan, atau memang sudah dari sananya terlahir sebagai pelabrak aturan. Aku cukup menyadari akan hal ini. Sebab sudah berkali-kali urung melanjutkan tulisan yang kudahului dengan membuat kerangka. Titik fokus ke kata kunci ini itu bikin aku semaput sendiri. Pikiran serasa terperangkap dalam kerangka yang seketika berubah jadi kerangkeng.

Lantas, ketika sadar bahwa tempat aku menulis ini adalah platform yang memerdekakan penulisnya dari aturan-aturan ini itu. Kutulislah ‘buah-buah hiu’, sementara kotak draft makin menumpuk saja. Maka persetanlah tumpukan draft tulisan yang memusingkan kepala. Jika sempat akan aku ungki lagi suatu hari nanti. Jika tidak sempat, akan kuusahakan untuk menyempatkan diri, sebab; bukankah kerangka-kerangka tulisan yang tersimpan itu memuat ide-ide yang bisa kuperbaharui kisahnya?

Antara penting tidaknya kerangka tulisan yang beberapa kali telah membuatku masuk dalam kegamangan tak penting dalam menulis. Satu hal yang kemudian terpahamkan adalah, bahwa ternyata kesegaran pikiran jauh lebih penting dari itu semuanya. Bahwa ternyata, ketidakwarasan cara berpikir dan bahan bacaan yang beragam adalah bahan baku utama untuk menentukan apakah satu tulisan akan selesai atau malah terbengkalai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *