Off Dari Steemit? Jangan Dulu

PADA BULAN penuh lesu begini. Dengan harga SBD dan Steem yang masih segitu-gitu saja, bertahan di platform steemit benar-benar membutuhkan banyak energi. Selain mesti punya energi cukup dalam penantian kapan harga dua mata uang kripto itu kembali melonjak seperti akhir tahun lalu. Kau juga mesti punya pasokan energi lebih untuk menjaga konsistensi sekaligus eksistensi aktivitasmu di platform ini.

Continue reading “Off Dari Steemit? Jangan Dulu”

Seterkutuknya Seorang Polisi yang Menggampar Perempuan dan Anak Kecil

PEKAN INI wajah kepolisian coreng oleh sebab ulah konyol penuh celaka AKBP M. Yusuf di Bangka Belitung. Sebagaimana video viral yang beredar di laman media sosial, tindakannya menendang seorang perempuan sekaligus menggampar seorang anak kecil, adalah satu tindakan yang hanya mungkin dilakukan oleh penjahat udik maha celaka.

Ketika tindakan seperti itu dilakukan oleh seseorang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi, konon lagi sasarannya perempuan dan anak kecil, sudah barang tentu harus direspon dengan seketerkutuknya kata terkutuk. Sudah semestinya Tito Karnavian bertindak lebih kalap lagi darinya, dan pemutasian jabatan terasa masih belum cukup. 

Continue reading “Seterkutuknya Seorang Polisi yang Menggampar Perempuan dan Anak Kecil”

Atas Nama Free Wi-fi

SELEPAS SMONG, Banda Aceh dibanjiri kedai kopi dengan layanan jaringan internet gratis. Boleh dikata, di luar dari perkara-perkara pilu disebabkan bencana maha dahsyat itu, smong meninggalkan jejaknya akan kesadaran orang-orang (terutama para pekerja NGO) akan pentingnya jaringan internet. Yang oleh para pemilik kedai kopi menjadikannya sebagai satu cara memikat pelanggan, hingga sejak saat itu jaringan internet tidak lagi dimonopoli warung internet.

Hingga kini layanan free wi-fi telah menjadi andalan bagi setiap pemilik kedai kopi. Jika mau disurvey acak, kalau ada 11 kedai kopi yang ada di Banda Aceh, cuma dua yang tidak memakai jaringan internet gratis. Sisanya sudah barang tentu menjanjikan free wi-fi, terserah jenis kedai kopi itu mengusung gaya cafe-cafe kekinian. Atau masih bergaya ala lama yang isi kedainya cuma berisi meja dan kursi dan dapur meracik kopi dan meja kasir, tanpa tetek bengek artistik lainnya.

Continue reading “Atas Nama Free Wi-fi

Betapa Celakanya Game PUBG

Dalam dua mingguan ini game Player Unkown’s Battle Ground atau disingkat PUBG telah menggerogoti sisi-sisi kebersamaan seorang teman. Rasa sosialnya terhadap orang sekitar lenyap dihisap permainan itu, dan inilah aku, menulis laporan ini tepat ketika si teman tengah hanyut dalam pertualangan perang semu di layar gawainya. Laporan ini kubuat berdasarkan rasa sentimentil yang amat sangat. Bisa kau bayangkan sendiri musababnya kenapa. Apalagi kalau kau pernah dicueki oleh teman, satu-satunya orang yang sedang bersamamu, tanpa bicara sepatah kata pun oleh sebab kesibukannya dengan game itu.

Continue reading “Betapa Celakanya Game PUBG”

Tengah Malam: Sketsa Tiga Kepala

MALAM MERAMBAT. Pelan, penuh khidmat. Buso Dhoe duduk di teras belakang rumah. Di temani secangkir kopi, nyamuk, obat nyamuk, rokok, dan roti Khong Guan. Bohlam lima watt menampilkan cahayanya yang temaram. Tapi cukup mengalahkan cahaya bintang nun jauh di langit. Udara gerah. Angin bulan Juli berhembus seenak udelnya, kadang berhembus keras hingga menyerupai badai, kadang tidak sama sekali. Dan malam ini tak ada angin, kecuali yang keluar dari pantat Buso Dhoe sedari tadi.

Continue reading “Tengah Malam: Sketsa Tiga Kepala”

Bersoal Suporter Bola

TAK BISA dipungkiri, sepakbola adalah satu olahraga paling menyedot perhatian umat manusia sejagad. Meski masih simpang siur dari mana jenis permainan ini punya asal, dunia sepakat bahwa sepakbola modern dikembangkan oleh orang-orang Inggris. Dan menjadi satu alat kolonialisme paling diterima oleh pribumi-pribumi di negeri-negeri jajahan di antara pelbagai bentuk kebrutalannya. Ihwal bagaimana sepakbola kemudian menyebar dan berkembang dari Eropa ke tanah-tanah jajahan. Ke Amerika Latin, Afrika dan juga Asia.

Continue reading “Bersoal Suporter Bola”

Di Selingkar Tampuk Kekuasaan Irwandi

IRWANDI YUSUF ditangkap KPK. Ketika kekuasaannya sebagai Gubernur Aceh edisi 2017 – 2022 hendak dirayakan untuk perjalanan setahun pertama. Ketika orang-orang ramai bertaruh harap padanya, akan kesejahteraan hidup di Aceh. Demi mendengar komitmennya dalam hal memberantas tindak cue peng nanggroe. Mengikut pada slogannya yang paling fenomenal, bahwa pemerintahan yang dipegangnya kali ini bermadzhab hana fee.

Continue reading “Di Selingkar Tampuk Kekuasaan Irwandi”

Bagaimana D. T. Vagimbing Ungkapkan Cinta Pada Pamela

DONAT TRAM VAGIMBING. Masih ingat? Syukurlah kalian ingat. Aku hampir saja lupa padanya kalau tidak bertemu dengan Pamela, bakal calon istrinya kemarin siang. Itu pertemuan yang tidak disengaja pada sebuah kedai kopi seputaran Peunayong.

Aku yang sedang ngopi dengan istriku selesai belanja mingguan di Jalan Kartini disapa oleh seorang gadis, cukup membuat istri bermuka asam jawa pada kali pertama. Tapi setelah tahu kalau yang menegur adalah Pamela, cepat-cepat buah asam jawa yang nangkring di muka istriku berganti dengan buah srikaya. Manis seperti biasanya.

Continue reading “Bagaimana D. T. Vagimbing Ungkapkan Cinta Pada Pamela”

Membunuh Tokoh Fiksi Dalam Kepala

SUATU KALI aku terjebak dengan pikiranku sendiri. Dalam satu masalah pelik, yang sampai berhari-hari lamanya aku tersuruk kedalamnya tanpa tahu cara menyelesaikannya. Semuanya bermula ketika aku hendak mencoba menulis satu cerita pendek. Fiksi. Dengan setting cerita zaman konflik dulu.

Lazimnya cerita yang baik, tentunya harus digerakkan oleh tokoh di dalamnya. Maka aku pun mencoba mereka-reka tokoh untuk ceritaku itu, yang karena mengusung tema zaman konflik, aku memilih figur tentara sebagai tokoh utamanya. Lalu di sinilah letak masalah pelik muncul pada mulanya. Hingga membuatku berkesimpulan, bahwa jangankan di alam nyata, dalam alam khayali pun berurusan dengan tentara bisa menimbulkan malapetaka.

Continue reading “Membunuh Tokoh Fiksi Dalam Kepala”